Widget HTML Atas

Facebook Jogjalagi.com

Tugu Jogja, Landmark Istimewa yang Wajib Dikunjungi Wisatawan


Belum ke Jogja kalau belum ke Tugu Jogja. Demikianlah ungkapan umum yang sering dilontarkan khalayak ramai terkait wisata Jogja.

Tugu Jogja merupakan landmark bersejarah. Simbol kota Yogyakarta yang dikenal diseluruh penjuru dunia. Tugu Jogja menjadi sebuah monument saksi bisu adanya perjuangan melawan penindasan terhadap para penjajah masa lampau.

Sejarah Singkat Berdirinya Tugu Jogja

Setelah Kraton Jogja berdiri, Sri Sultan Hamengkubuwono I menggagas pembangunan Tugu Jogja pada tahun 1755. Awal mulanya, Tugu Jogja dikenal dengan nama Tugu Golong Gilig karena memiliki bentuk silinder (gilig) dan bulat (golog). Saat ini, Tugu Golog Gilig dengan replica bentuk asli dapat dilihat diseblah pojok Tugu Jogja. Tugu Golong Gilig rusak dan runtuk disebabkan karena gempa besar yang melanda wilayah Jogja tanggal 10 Juni 1867. Bahkan, selain merusak tugu, juga menewaskan banyak orang dan meruntuhkan bangunan lainnya termasuk Taman Sari Yogyakarta.

Pada tahun 1889, Penjajah Belanda yang dipimpin oleh kepala Dinas Pekerjaan Umum (Opzichter Van Waterstaat) dengan pengawasan Pepatih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V, Tugu Golong Gilig yang rusak siap direnovasi. Berbeda dari sebelumnya, tugu yang dibangun menggunakan arsitek bentuk baru menjadi persegi lengkap dengan tulisan prasasti di setiap sisi tubuh tugu.

Bentuk tugu paling atas adalah runcing berwarna emas. Tinggi tugu yang semula 25 meter kini hanya 15 meter. Warna tugu dicat putih, sehingga banyak yang menyebut dikala itu dengan nama De Wit Paal.

Hal yang menarik lagi tentang tugu ini adalah terdapat tulisan  candra sengkala Wiwaraharja Manunggal Manggalaning Praja yang bermakna tahun 1819 dan pintu menuju kesejahteraan bagi para pemimpin negara. Upaya ini sebagai langkah belanda dalam melancarkan politik devide et impera (politik adu domba dengan memecah belah). Akan tetapi, siasat Belanda tidak berhasil dan justru rakyat bersatu padu dengan raja melawan para penjajah Belanda.

Tugu hasil renovasi dengan bentuk baru diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tanggal 3 Oktober 1889 (7 Sapar 1819 tahun jawa). Saat kini, tugu ini dikenal dengan nama Tugu Jogja.

Lokasi Tugu Jogja

Alamat Tugu Jogja berada di perempatan antara Jl. Jenderal Soedirman, Jl. Pangeran Mangubumi, Jl. AM Sangaji, dan Jl. Pangeran Diponegoro. Berdasarkan letak astronomisnya berada di Koordinat -7.782857, 110.367076.
Map Tugu Jogja

Akses Menuju Tugu Jogja

Bagi yang ingin menuju ke lokasi Tugu Jogja dapat dengan mudah diakses dengan menggunakan transportasi kereta. Di sebelah selatan Tugu Jogja terdapat stasiun Yogyakarta. Selain itu, para wisatawan juga dapat menggunakan transportasi lainnya, seperti TransJogja, Ojek Online, dll.

Jam Buka Tugu Jogja

Tugu Jogja buka 24 jam. Bagi yang ingin merasakan suasana keraiaman Jogja Istimewa dapat memilih datang sekitar pukul 19.00 wib – 21.00 wib. Kalau ingin mendapatkan spot foto dapat berburu foto di jam-jam sepi pengunjung yakni selepas pukul 24.00 wib.

Biaya Masuk Tugu Jogja

Para pengunjung wisata Tugu Jogja tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Namun bagi yang membawa kendaraan hanya dikenakan tariff parkir saja. Cukup murah meriah kan bila berkunjung ke Tugu Jogja?

Hotel di Sekitar Tugu Jogja

Bagi para wisatawan yang masih bingun mencari tempat penginapan strategis di sekitar lokasi Tugu Jogja, kini jangan lagi khawatir. Berikut daftar nama-nama hotel atau penginapan yang siap melayani anda bila ingin berkunjung ke Tugu Jogja.

Ayo obati rasa penasaran anda dengan berkunjung ke Jogja. Sejauh mana kalian menjajakakan kaki berwisata, tentu belum afdol rasanya bila belum pernah ke Jogja. Bagi yang sudah pernah ke Jogja, pasti ingin kembali kan? Yuk Bernostalgia lagi, karena setiap sudut Jogja itu romantis manis. [ash]

Jogjalagi.com
Jogjalagi.com media informasi online tentang jogja